Kursus Masakan dan Kue.
Perm. Prapen Indah J-5 ( 031-8438839 ).
Ruko Panjang Jiwo Permai Blok AB.

Kursus di Surabaya

Pages

Jumat, 14 Agustus 2015

Kursus Yoghurt, Minuman Dalam Kemasan dan Cup Cake


Aktivis Wahana Visi Praktik Kuliner di TCI


TRISTAR Culinary Institute (TCI) kembali dipercaya oleh Wahana Visi Indonesia Perwakilan Jatim di Perumahan Margorejo Indah Surabaya untuk melatih sejumlah stafnya dalam paket pelatihan membuat yoghurt, minuman dalam kemasan (MDK) dan membuat cup cake.

Pelatihan kuliner yang dihelat dua hari pada Kamis (1/5) dan Senin (4/5) di dapur uji TCI Jl Raya Jemursari 234 Surabaya tersebut diikuti tiga orang karyawan dari Wahana Visi Indonesia (WVI). Mereka dipandu instruktur senior dari TCI yakni Nursanti dengan dibantu asistennya Ir Indah Fitriana. 

Aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) ini kali pertama diajarkan bagaimana cara membuat yoghurt yang nantinya bisa dikomersialkan untuk usaha rumahan yakni starter yoghurt (bibit), spoonable, yoghurt buah, dan es krim yoghurt.

Selain diberi tips membuat yoghurt yang enak, karyawan Wahana Visi Indonesia itu juga mengikuti pelatihan membuat minuman dalam kemasan (MDK) yang bisa disimpan lama (tahan sampai enam bulan).


Caranya,  bahan utama membuat MDK itu ditambahkan Na-Benzoat (bahan pengawet untuk makanan dan minuman dalam kadar tertentu) serta diberi berbagai rasa buah seperti rasa jeruk, jelly drink (leci), apel dan rasa teh. Dengan memperbanyak varian rasa maka MDK tersebut diyakini akan semakin disuka konsumen.

”Tidak hanya diajarkan bagaimana membuat yoghurt dan minuman dalam kemasan yang higienis dan enak rasanya, tiga aktivis dari Wahana Visi Indonesia ini juga kami bekali dengan pelatihan cara bikin cup cake yang cantik dan menarik,”  terang Santi, sapaan karib Nursanti, instruktur senior dri TCI di sela kesibukannya memberi pelatihan di kantornya, kemarin.

Kepada matoasbynews.blogspot.com, Suci Handayani dari Wahana Visi Indonesia mengungkapkan, ”Pelatihan kuliner ini untuk bekal kami ke depan, setelah masa bakti kami di Wahana Visi Indonesia selama 15 tahun –gabung sejak 2000 silam— selesai tahun ini, Sebelumnya sejumlah rekan kami juga telah mengikuti pembekalan berupa pelatihan membuat aneka bakso.”


Dengan adanya pembekalan ini, pihaknya  ingin punya usaha sendiri sekalipun awalnya masih sebatas usaha kecil-kecilan di rumah. Tujuannya agar ia dan keluarganya di rumah tetap bisa mandiri secara sosial dan ekonomi.

”Pasalnya, semangat untuk mengelola usaha skala mikro kecil hingga menengah (UMKM) tetap kami tumbuhkembangkan karena ini telah kami praktikkan ketika melakukan pendampingan warga kurang mampu di 8-9 kelurahan dari 3-4 kecamatan di wilayah Surabaya dan sekitarnya,” ujar Suci Handayani.

Selama 15 tahun bergabung dengan Wahana Visi Indonesia, pihaknya bersama para aktivis lainnya proaktif menangani isu-isu sosial seperti masalah kesehatan dan nutrisi, sponsorship serta ekonomi (entrepreneur anak) yang banyak dihadapi warga di tingkat kelurahan.

”Karena itulah melalui pelatihan seperti ini, saya dan peserta pelatihan yang lain juga ingin meningkatkan kapasitasnya masing-masing sebelum kami memutuskan buka usaha sendiri, setelah tak lagi di  Wahana Visi,” pungkasnya. (ahn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar